City imbang Sunderland, Guardiola memberi instruksi di pinggir lapanganGuardiola mengarahkan tempo permainan saat City imbang Sunderland 0-0.
Spread the love

Berita Trending Harian – Manchester City imbang Sunderland dengan skor 0-0 dan pulang membawa satu poin. Hasil ini terasa hambar karena City punya peluang besar untuk mendekati Arsenal di puncak klasemen. Manchester City menguasai bola sepanjang laga dan terus menekan, tetapi penyelesaian akhir tidak kunjung memecah kebuntuan.

City imbang Sunderland, peluang City terbuang

Manchester City mengontrol tempo sejak menit awal. Tim asuhan Pep Guardiola mencatat sekitar 68% penguasaan bola. Mereka juga melepaskan 14 tembakan dan menciptakan lima peluang emas. Namun, penyelesaian akhir tidak kunjung menghadirkan gol.

Pada menit keenam, Bernardo Silva sempat merayakan gol cepat. Namun, tayangan ulang memastikan posisi offside. Momen itu langsung mengubah suasana stadion. Manchester City tetap agresif, tetapi Sunderland tidak panik dan terus menjaga bentuk bertahan.

Bernardo Silva hampir membuka skor lebih cepat

Sebagai kapten, Bernardo memimpin pressing dan mengatur ritme di area antar lini. Ia sering turun menjemput bola lalu membawa Manchester City masuk ke sepertiga akhir. Namun, garis offside yang rapat membuat pergerakan tanpa bola City sulit menemukan celah.

Guardiola kecewa usai City imbang Sunderland

Guardiola mengaku kecewa karena timnya gagal memaksimalkan momen. Ia menilai City tampil lebih hidup pada babak kedua. City juga lebih sering menciptakan peluang dari jarak dekat, terutama di area enam yard. Namun, City tidak mengubah peluang itu menjadi gol.

Guardiola juga menyorot cara Sunderland bertahan. Sunderland bermain kuat dan sangat fisikal pada babak pertama. Mereka menutup jalur umpan ke tengah dan memaksa City menyerang lewat sisi lapangan.

Rodri mengangkat kualitas sirkulasi bola Manchester City

Guardiola memasukkan Rodri dan City langsung menemukan aliran yang lebih rapi. Rodri membantu City mempercepat umpan progresif dan menjaga tekanan tetap stabil. Pergerakan Manchester City juga terlihat lebih sinkron karena Rodri rajin mengatur jarak antar pemain.

Dalam banyak pertandingan, City sering berhadapan dengan blok rendah seperti ini. Manchester City biasanya menang lewat kombinasi umpan cepat dan cutback di kotak penalti. Pada laga ini, City tetap menciptakan peluang jenis itu. Namun, finishing tidak datang di saat yang tepat.

Sunderland tampil disiplin dan merusak ritme City

Sunderland memilih bertahan rapat dan mengandalkan kekuatan duel. Mereka menjaga jarak antar lini dan melindungi area tengah. Saat City mengirim bola ke kotak penalti, bek Sunderland bergerak kompak dan menutup ruang tembak.

Strategi seperti ini sering membuat tim dominan frustrasi. Tim yang menyerang harus sabar, tetapi juga harus tetap tajam. City sudah memenuhi sisi sabar dan dominan. City hanya gagal pada sentuhan terakhir.

Hasil imbang menjaga cerita musim tetap panjang

Guardiola menerima hasil ini sebagai bagian dari perjalanan musim. Ia menekankan bahwa liga masih panjang dan perebutan gelar belum selesai. Namun, City tetap perlu memperbaiki detail penyelesaian akhir, terutama saat lawan menumpuk pemain di kotak penalti.

Kesimpulan

City imbang Sunderland 0-0 dan kehilangan kesempatan untuk memangkas jarak dengan Arsenal. City mendominasi permainan dan menciptakan banyak peluang, tetapi gol tidak hadir. Guardiola melihat peningkatan pada babak kedua, namun City tetap butuh ketajaman untuk mengunci kemenangan.

Baca juga : https://e-linesport.com/chelsea-buang-keunggulan-fofana-detail-kecil/

By mkt 01