Berita Trending Harian – Al-Nassr kembali menuai hasil yang kurang memuaskan dalam lanjutan Liga Arab Saudi. Tim yang diperkuat Cristiano Ronaldo dan bintang-bintang lainnya ini harus puas bermain imbang 2-2 melawan Al-Shabab di kandang sendiri. Pertandingan yang berlangsung sengit ini diwarnai dengan gol indah dari Cristiano Ronaldo, namun sayang, gol tersebut tidak cukup untuk mengantarkan Al-Nassr meraih kemenangan. Hasil imbang ini memperpanjang catatan tanpa kemenangan Al-Nassr menjadi tiga pertandingan, semakin menambah tekanan bagi pelatih Stefano Pioli dan timnya. Kegagalan meraih poin penuh di kandang sendiri tentu menjadi pukulan telak bagi ambisi Al-Nassr untuk bersaing di papan atas liga.1
Kegagalan Al-Nassr Meraih Kemenangan di Kandang
Stefano Pioli sebenarnya mengharapkan reaksi positif dari anak asuhnya setelah dua pertandingan sebelumnya gagal meraih kemenangan. Bermain di hadapan pendukung sendiri, Al-Nassr diharapkan mampu bangkit dan menunjukkan performa terbaik. Namun, harapan tersebut kembali pupus setelah Al-Nassr gagal mengamankan tiga poin penuh. Meskipun memulai pertandingan dengan cukup baik dan menunjukkan dominasi di awal laga, Al-Nassr justru kecolongan terlebih dahulu.
Kartu Merah Mempengaruhi Momentum Pertandingan
Al-Nassr sebenarnya memiliki awal yang menjanjikan dalam pertandingan ini. Duet Cristiano Ronaldo dan Sadio Mane terlihat berbahaya di lini depan, sementara Marcelo Brozovic dan Ali Alhassan mampu mengendalikan lini tengah. Namun, dominasi tersebut tidak mampu dikonversi menjadi gol. Justru Al-Shabab yang berhasil unggul terlebih dahulu melalui penalti yang dieksekusi dengan baik oleh Abderrazak Hamdallah. Penalti tersebut diberikan setelah Daniel Podence dilanggar oleh Nawaf Boushal di kotak terlarang. Meskipun tertinggal, Al-Nassr mampu merespon dengan cepat. Ayman Yahya berhasil menyamakan kedudukan melalui tendangan keras setelah memanfaatkan bola liar hasilFree kick Cristiano Ronaldo yang tidak sempurna dihalau oleh pertahanan Al-Shabab. Tidak lama berselang, Al-Nassr berbalik unggul melalui gol Cristiano Ronaldo yang memanfaatkan umpan matang dari Sadio Mane. Keunggulan ini bertahan hingga turun minum.
Babak Kedua yang Berubah Drastis
Namun, keunggulan Al-Nassr tidak bertahan lama. Di awal babak kedua, tepatnya enam menit setelah babak kedua dimulai, Al-Nassr harus bermain dengan 10 pemain setelah Mohammed Al-Fatil mendapatkan kartu merah langsung. Kartu merah tersebut diberikan setelah Al-Fatil melanggar Daniel Podence yang lolos dari kawalan dan berpeluang besar mencetak gol. Kehilangan satu pemain membuat Al-Nassr berada di bawah tekanan Al-Shabab. Al-Shabab yang unggul jumlah pemain terus menggempur pertahanan Al-Nassr dan akhirnya berhasil menyamakan kedudukan melalui sundulan Mohammed Al Shwirekh memanfaatkan sepak pojok.
Pergantian Pemain yang Kontroversial
Keputusan Stefano Pioli untuk menarik keluar Cristiano Ronaldo dan memasukkan Jhon Duran beberapa menit kemudian cukup mengejutkan banyak pihak. Pergantian ini dinilai kontroversial mengingat Ronaldo adalah pemain yang paling mungkin memberikan perbedaan bagi Al-Nassr. Sayangnya, Jhon Duran tidak mampu memberikan dampak signifikan dalam pertandingan ini. Justru penjaga gawang Al-Nassr, Bento, yang menjadi penyelamat tim dengan melakukan penyelamatan gemilang di masa injury time untuk memastikan Al-Nassr meraih satu poin.
Pemain Terbaik dan Pemain yang Kurang Beruntung dalam Pertandingan
Daniel Podence Tampil Gemilang Sebagai Pemain Terbaik
Meskipun Cristiano Ronaldo mencetak gol spektakuler dan menunjukkan ketajamannya, pemain terbaik dalam pertandingan ini adalah Daniel Podence. Pemain asal Portugal ini tampil sangat aktif dan merepotkan pertahanan Al-Nassr sepanjang pertandingan. Ia berhasil memaksa Nawaf Boushal melakukan pelanggaran yang berbuah penalti dan terus meneror lini belakang Al-Nassr. Kartu merah yang diterima Mohammed Al-Fatil juga tidak lepas dari peran Podence yang cerdik memancing pelanggaran. Performa Podence dalam pertandingan ini benar-benar komprehensif dan layak dinobatkan sebagai pemain terbaik.
Mohammed Al-Fatil Menjadi Pemain yang Merugikan Tim
Sebaliknya, Mohammed Al-Fatil menjadi pemain yang kurang beruntung dan merugikan timnya dalam pertandingan ini. Kartu merah yang diterimanya di awal babak kedua menjadi titik balik bagi Al-Nassr. Pelanggaran yang dilakukannya terhadap Daniel Podence memang tidak perlu terjadi dan merugikan tim secara keseluruhan. Kehilangan Al-Fatil membuat Al-Nassr kesulitan untuk mempertahankan keunggulan dan akhirnya harus puas dengan hasil imbang.
Implikasi Hasil Pertandingan dan Langkah Al-Nassr Selanjutnya
Posisi Al-Nassr di Klasemen Semakin Tertinggal
Dengan hasil imbang ini, Al-Nassr semakin tertinggal dari para pesaingnya di papan atas klasemen Liga Arab Saudi. Mereka kini terpaut tiga poin dari Al-Qadisiya yang berada di posisi ketiga, enam poin dari Al-Hilal, dan sepuluh poin dari pemuncak klasemen Al-Ittihad. Peluang Al-Nassr untuk meraih gelar juara liga musim ini semakin menipis.
Fokus Beralih ke Liga Champions Asia dan Pertandingan Liga Berikutnya
Setelah pertandingan ini, Al-Nassr harus segera mengalihkan fokus ke pertandingan leg kedua babak perempat final Liga Champions Asia melawan Esteghal pada hari Senin mendatang. Setelah itu, mereka akan kembali berlaga di Liga Arab Saudi dengan menjamu Al-Kholood pada hari Jumat depan. Al-Nassr dituntut untuk segera bangkit dan meraih kemenangan dalam pertandingan-pertandingan mendatang untuk menjaga asa di musim ini dan mengamankan posisi di zona Liga Champions Asia.
BACA JUGA : Pukulan Transfer bagi Arsenal: Kimmich Prioritaskan Kontrak Baru dengan Bayern Munich