Italia Mampu Pertahankan Gelar Juara Euro?

Italia
Spread the love

Italia Mampu Pertahankan Gelar Juara Euro?

Berita Trending Harian – Italia juara bertahan Euro 2020. Momen perayaan Roberto Mancini dan Gianluca Vialli di Wembley Stadium pada 11 Juli 2021 akan terukir selamanya dalam ingatan seluruh negeri.1

Dari Puncak Kejayaan Menuju Tantangan Baru (From the Peak to New Challenges)

Itu adalah puncak dari proyek luar biasa yang dirancang untuk membawa tim nasional ke jalur baru. Tiga tahun telah berlalu dan Italia sayangnya kehilangan Vialli karena kanker pankreas, gagal lolos ke Piala Dunia lainnya, dan Mancini mengundurkan diri setelah lima tahun sebagai pelatih.

Dengan kualifikasi Euro 2024 yang dipertaruhkan, Italia menunjuk Luciano Spalletti, orang yang baru saja membawa Napoli meraih gelar Serie A setelah penantian 33 tahun. Pelatih berusia 65 tahun itu bersikeras dia telah meninggalkan Partenopei untuk menikmati istirahat yang sangat dibutuhkan di pertanian Tuscan-nya, tetapi ketika Azzurri datang memanggil, dia tidak bisa menolak.

Melatih tim nasional adalah mimpi yang menjadi kenyataan dan ahli taktik itu senang diberi kesempatan untuk membawa negaranya maju.

Lolos ke turnamen tidak mudah karena Italia hanya meraih peringkat kedua di Grup C, di belakang Inggris, dengan hasil imbang tanpa gol melawan Ukraina di pertandingan terakhir.

Sejak saat itu mereka kurang beruntung karena ditempatkan di grup neraka di Euro 2024 bersama tim kuat Spanyol, Kroasia yang berpengalaman, dan kuda hitam Albania.

Italia akan tiba di Jerman dengan sepenuhnya menyadari bahwa meskipun mereka adalah juara bertahan. Mereka jauh dari favorit untuk memenangkan kompetisi lagi.

Muda dan Tanpa Identitas, Bisakah Italia Juara Lagi? (Young and Lacking Identity, Can Italy Win Again?)

Tanpa pemain kelas dunia dan identitas sejati, Spalletti berharap kekuatan kolektif ditambah dengan sejarah Italia. Di turnamen Internasional akan membantu mereka maju.

“Saya tidak melihat pemain kelas atas kecuali [Gianluigi] Donnarumma di gawang.” Kata Carlo Ancelotti ketika ditanya tentang peluang negaranya di Euro 2024.

Pada Euro 2020, Italia bisa mengandalkan duo pertahanan terhormat dan peraih banyak kemenangan Giorgio Chiellini dan Leonardo Bonucci. Di lini tengah mereka memiliki kreativitas Marco Verratti. Sementara di lini depan mereka memiliki teknik dan kejeniusan Lorenzo Insigne dan Domenico Berardi.

Tak satu pun dari pemain itu akan berada di Jerman dan begitu pula bek mereka yang paling berpengalaman. Bek Inter Milan Francesco Acerbi yang harus absen karena cedera.

Sebaliknya, Italia akan mengandalkan beberapa wajah baru untuk membuktikan kemampuan mereka dan kekuatan pelatih superstar, Spalletti.

Spalletti: Sang Maestro Taktik (Spalletti: The Maestro of Tactics)

Terkenal sebagai salah satu ahli taktik terbaik Italia, Spalletti selalu dipuji karena gaya bermain timnya. Tetapi dikritik karena ketidakmampuannya memenangkan trofi.

Memenangkan Scudetto bersama Napoli sambil memainkan gaya sepak bola. Paling menawan di Eropa akhirnya memberinya rasa hormat yang pantas dia dapatkan.

Di bawah bimbingannya, individu selalu bersinar, sementara pola permainan seringkali terbukti menggoda. Masalahnya, dia tidak punya banyak waktu di pucuk pimpinan tim Azzurri ini untuk merancang pengaturan sempurna. Yang akan mengekstrak kualitas para pemain muda ini.

Idealnya, dia menginginkan tim yang bisa beradaptasi dengan mudah kepada lawan. Dan bisa bermain dengan tiga atau empat pemain di belakang.

Sepanjang kualifikasi, Italia era Spalletti selalu memulai dengan formasi 4-3-3, tetapi dalam pertandingan persahabatan. Sejak itu dia banyak bermain-main dengan three-man backline yang tidak selalu memberikan hasil terbaik. Termasuk membuat tim rentan terhadap serangan balik.

BACA JUGA : Mourinho Inginkan Reuni dengan Gelandang Premier League di Fenerbahce