Liga Inggris Tetap Gunakan VAR: 19 Klub Setuju, 1 Menentang

Liga Inggris
Spread the love

Berita Trending Harian – Klub-klub Liga Inggris telah memilih untuk mempertahankan penggunaan asisten wasit video (VAR) pada musim depan dengan suara terbanyak 19-1. Wolverhampton Wanderers (Wolves) sebelumnya memicu voting terkait penggunaan VAR di musim 2024-25 setelah secara resmi mengajukan usulan kepada Liga Premier pada bulan Mei.1

Agar VAR dihapuskan, diperlukan minimal 14 dari 20 klub Liga Inggris yang mendukung.

Namun, hanya Wolves yang setuju dengan proposal tersebut karena gagal mendapatkan dukungan dari klub papan atas lainnya.

Kekecewaan Wolves & Komitmen Liga Premier untuk Peningkatan VAR

Wolves mengaku “kecewa dengan hasil voting” namun menyambut baik “komitmen Liga Premier untuk meningkatkan VAR”.

Tekanan terhadap VAR dan Upaya Modifikasi

Liga Premier berada di bawah tekanan yang meningkat untuk memodifikasi VAR, yang diperkenalkan pada awal musim 2019-20.

Wolves mencantumkan sembilan alasan untuk mendukung proposal mereka melarang VAR, termasuk dampak pada selebrasi gol, permusuhan terhadap wasit, dan lamanya waktu yang dibutuhkan untuk mencapai keputusan.

Perubahan yang Akan Datang

  • Semi-Automated Offsides: Ditegaskan kembali bahwa offside semi-otomatis akan diterapkan pada musim gugur mendatang.
  • Pengumuman VAR Dalam Pertandingan: Liga Inggris mengonfirmasi pengumuman VAR dalam pertandingan akan diterapkan. Pengumuman ini, seperti yang digunakan selama Piala Dunia Wanita 2023, akan membuat wasit menjelaskan keputusan pasca-VAR kepada penonton di stadion.
  • Standar Intervensi VAR: “Standar intervensi tinggi” untuk wasit VAR dalam mempengaruhi keputusan di lapangan yang subjektif akan tetap dipertahankan.

Tanggapan dari Pendukung:

Malcolm Clarke, ketua Asosiasi Pendukung Sepak Bola, mengatakan “perubahan besar-besaran” diperlukan pada sistem saat ini karena para penggemar “tidak bisa terus begini.”

Analisis: VAR Tetap Ada, Tantangan ke Depan

  • Tolak Usulan Wolves dan Alasannya: Tidak mengejutkan bahwa proposal Wolves untuk menghapus VAR ditolak. Liga Premier tetap harus membayar VAR, sehingga kecil kemungkinan klub lain mendukung Wolves.
  • Debat yang Lebih Luas: Tujuan sekunder Wolves untuk memicu debat yang lebih luas tercapai. Tidak ada pihak yang puas dengan VAR saat ini.
  • Harapan dan Upaya ke Depan: Liga Premier menginginkan transparansi yang lebih besar. Klub dan pemain menginginkan keputusan yang lebih baik dan lebih cepat. Teknologi offside semi-otomatis diharapkan dapat membantu. Namun, Liga Premier perlu terus bekerja agar tidak menghadapi situasi yang sama di masa depan.

BACA JUGA : Real Madrid Membangun Tim Super dengan Dana €900 Juta